Jaring kawat yang dilas atau ditenun: mana yang lebih baik?Jawaban itu tentu saja menentukan untuk apa Anda menggunakannya.Setiap jenis bahan kain logam memiliki kekuatannya masing-masing, dan sebagian besar berasal dari cara pembuatannya.Mari kita lihat lebih dalam ciri-ciri kain kawat tenun dan las.
Tenun Wire Mesh: Pro dan Kontra
Dari awal praktisnya di Eropa abad pertengahan hingga abad ke-18, keunggulannyakain tenun kawattentu saja berlimpah.Kain kawat masa kini ditenun dengan berbagai jenis logam termasuk baja tahan karat, kuningan, tembaga dan paduan aluminium, dan bahkan logam tahan panas tinggi seperti molibdenum dan tungsten.Kain tenun kawat seringkali lebih terjangkau dibandingkan kain las karena produksinya membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja.Sejumlah area utama dilas bersama untuk menahan kain tenun logam pada tempatnya.Hasilnya, bahan tenun lebih fleksibel untuk dikerjakan.Beberapa jenis kain tenun wire mesh tersedia di pasaran.Misalnya, kain kawat dapat ditenun dengan tenunan kepar, tenunan polos, tenunan pra-crimp, tenunan kain saring dan banyak lagi.
Karena sifatnya yang lebih fleksibel, kain tenun kawat sangat berguna untuk kontur yang tidak beraturan, namun benda yang lebih kecil seperti komponen ultrasonik dapat jatuh keluar dari wadah atau melalui lubang jaring baja.Jaring logam tenun juga cenderung tidak sekuat logam yang dilas untuk tujuan perlindungan.
Wire Mesh Dilas: Pro dan Kontra
Berbeda dengan kawat tenun, kain kawat las dilas secara permanen pada seluruh atau sebagian besar sambungan yang bersilangan.Proses pengelasan ini membuat material menjadi lebih kaku dan memungkinkannya memiliki bentuk yang lebih seragam.Hal ini sangat membantu dalam aplikasi industri di mana jaring kawat yang dilas dipasang ke bagian mekanis dengan pengukuran yang ditentukan.Kawat logam yang dilas lebih efisien dalam menahan tutup dibandingkan dengan bahan anyaman.Kain kawat yang dilas mengandung beban tugas berat dan menahan gaya yang lebih besar tanpa pecah atau sobek, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi pelindung atau penghalang.Ini memiliki daya tahan yang lebih besar terhadap kerasnya pembersihan sehari-hari, dan juga dapat digalvanis untuk kekuatan lebih lanjut dan ketahanan terhadap korosi terhadap lingkungan dengan kelembaban dan garam yang tinggi.
Meskipun demikian, kain kawat las sangat bermanfaat karena kekuatannya, namun bahan ini juga cenderung lebih mahal karena memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga.
Kawat Tenun atau Jaring Layar Dilas?Pilihan ada padamu
Seperti yang Anda lihat, baik kawat logam yang dilas maupun yang ditenun memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing.Ingatlah faktor-faktor berikut saat memilih jenis kabel yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda:
• Anyaman kawat logam:
Fleksibel dan mudah digunakan untuk perlengkapan tidak beraturan
Membutuhkan lebih sedikit waktu untuk memproduksinya
Dapat dibuat dalam berbagai jenis paduan logam dengan ukuran dan ketebalan yang bervariasi
Lebih terjangkau dibandingkan kawat las
• Kawat logam yang dilas, sebaliknya:
Lebih kuat dari kawat tenun
Mempertahankan bentuknya dengan lebih baik untuk pengukuran yang lebih spesifik
Berisi benda yang lebih berat dan lebih kecil lebih baik daripada anyaman logam
Dapat digalvanis untuk memberikan ketahanan korosi lebih lanjut
Waktu posting: 28 Maret 2022
